Kenapa Astronot Bumi?

Semalam si Mphut kirim wall ke Facebook gue. Dia tanya, kenapa nama yang gue pilih itu Astronot Bumi, kenapa juga bukan Masinis Jalanan atau Kosmonot Dunia Ketiga (Beneran  gue ngarang banget). Setelah dipikir-pikir, kenapa juga gue milih nama itu ya?

Jadi gini ceritanya…
Berangkat kerja dari Depok ke Bekasi, gue selalu naik MX merah kesayangan gue. Manggung tas ransel di punggung, pake jaket hitam sama helm full face. Pernah sekali gue lagi berhenti di tengah kemacetan dan nengok ke kenan. Ada sebuah etalase toko dengan kaca hitam yang biasa dipake ngaca sama pejalan kaki. Gue bayangin samar-samar, waktu gue dengan kostum naik motor kaya gitu, gue mirip sama kaya astronot yang lagi naik kendaraan luar angkasanya . Cool…

Makanya gue milih kata Astronot untuk jadi nick name baru gue. Terus, gue tambahin kata “Bumi” untuk menjelaskan bahwa gue masih melalang buana di permukaan bumi dan jadi petualang jalanan.

 

From: Astronot Bumi
via: Live Writer

Banned!!

Semalem gue iseng-iseng masukin banner ke dalam WordPress gue. Nggak tau karena bodoh atau emang lugu. Nggak butuh beberapa detik sampai WordPress nge-banned Blog gue. Phatetic banget. Gue cuma bisa melongo dan bengong untuk beberapa detik.

Setelah gue periksa di page Term of Use, emang nggak bisa gue masukin third party banner kedalam page WordPress gue. Dan gue cuma bisa panik, blingsatan, sadar dalam satu click aja, gue dah kehilangan Blog yang baru aja gue bikin ini. Bisa aja sih gue export semua page-nya dan bikin Blog lain lagi. Masalahnya adalah nama.

Astronot Bumi….
Gue nggak yakin bisa nemuin padanan yang lebih baik lagi!!

Tapi untungnya setelah nyembah-nyembah ke admin WordPress, dengan mengirimkan beberapa permohonan pengaktifan kembali Blog gue, pagi ini Blog gue normal lagi. Dan yang harus gue lakukan adalah menghapus that God damn Banner!!

I should learn more….

Minggu, 8 Februari 2009

Hari ini adalah hari kedua yang paling menyebalkan dalam weekend minggu kemarin. Kenapa?
Karena ketika gue nyalain tank-top (baca:laptop), dan plugging in modem Indosat gue, yang terjadi adalah nggak ada 3G network ceverage di daerah rumah gue hari itu. Benar-benar kampung!
Nggak tau masalahnya ada dimana, tapi setau gue Depok udah ke coverage 3G semuanya. Bahkan jaringan Edge yang paling minimum aja gue nggak bisa temuin. Satu-satunya yang membantu gue adalah jaringan GPRS standar dan Speedy di komputer kakak gue. Kalau nggak ada itu semua, mungkin gue nggak bisa on line sama sekali.

Ditambah cuaca yang nggak menentu. Hujan besar bisa turun dalam sekejap, dan nggak perlu menunggu 5 menit, hujan akan reda dengan begitu cepatnya. Dan seperti siklus, sepanjang hari hujan aneh ini selalu terjadi. Menyebalkan karena membuat gue bingung, keluar rumah, atau nggak. Kondisi cuaca menyabalkan seperti itu sama sekali nggak bersahabat buat kesehatan.

Jam 9 tadi gue memutuskan untuk berangkat ke Bekasi, ketimbang besok pagi kejebak hujan besar seperti minggu kemarin. Sedari jam 8, gue udah nyiapin segala keperluan. Bodypack pinjeman sepupu gue, Jakaet Yamaha kesayangan, segala perlengkapan tank-top, nggak lupa ngecek kondisi si Merah, roket kesayangan gue.

Jam 9 lebih 10 menit, gue meluncur di jalanan Depok menuju Bekasi. Meluncur sebentar, akhirnya gue merambah jalanan Ibu kota yang masih padat.
Jalanan menuju Pasar Minggu bagaikan sabuk Asteroid yang penuh sesak.
Jam tangan gue menunjukkan waktu pukul 9.15, dan minggu malam itu, jalanan menuju Pasar Minggu masih dipenuhi oleh banyak kendaraan. Nggak terlalu kaget, sih.

Hanya perlu 45 menit untuk gue sampai di Bekasi. Jalana Kalimalang setiap malam memang selalu bersahabat. Cukup tumpahkan Pertamax banyak-banyak di tungku pembakaran, Bekasi pun akan mudah untuk diterjang.

5 menit gue sampai di kos-kosan, hujan turun. Sangat bersyukur untuk hal itu, mengingat gue nggak punya Jas Hujan sama sekali selama setahun ini.
Selalu bertahan dengan pohon, halte dan warung pinggir jalan ketika hujan.

Penerbangan dari Depok ke Bekasi memang selalu melelahkan.
Tapi tak ada yang lebih menyenangkan dari berpetualang di Jalanan Ibukota dimalam hari.

I love to “flying” with my “Rocket”…

Hello world!

Welcome to Astronot Bumi. This is my very first post in Wordpres.

Beberapa teman gue pernah tanya, “Be, Blog lu ada berapa sih? Konsisten sama satu Blog kenapa sih…!”
Gue berfikir sebentar setelah dengar pertanyaan itu. Gue memang punya beberapa Blog, yang dengan sedihnya jarang sekali gue posting sesuatu didalamnya. Entah agak malas atau gimana, sampai gue nggak posting tulisan gue disana.

Pertanyaan baru lagi. Kenapa juga gue bikin Blog baru di WordPress kalau Blog yang lain nggak gue urusin. Well, alasannya mungkin agak klise, tapi ego gue bilang You have to stay exist! Hehehe…