Another Bad Iron Man Movie


df

Hari ini saya baru bisa menyempatkan diri menonton Iron Man 3. Bukan karena terlalu sibuk, tapi karena istri saya yang hamil tak bisa saya tinggalkan sendirian di tri-semester pertama. Ditambah lagi, saya kurang suka pergi ke bioskop seorang diri. Singkatnya, akhirnya saya pergi ke Platinum Screen Margo City bersama kakak saya, walau setelah sampai disana kami agak kecewa karena mendapat kursi kedua dari bawah.

Sebelum menonton film ini, saya sempat membaca beberapa review di beberapa blog maupun twitter. Beberapa artikel mengatakan film ini sangat bagus, tapi dari beberapa komentar twitter yang saya temukan mengatakan film ini sangat buruk. Sampai akhirnya tadi saya memutuskan, kira-kira manakah pendapat yang paling benar (setidaknya menurut saya). Pendapat yang mengatakan bahwa film ini buruk lah yang benar. Ya, film ini sangat buruk dari segi penceritaan dan membuat saya ingin menangis. Mungkin saya harus berterima kasih pada Marvel dan Disney karena telah merusak memory masa kecil saya yang menghabiskan waktu dengan menonton serial animasi Iron Man di SCTV kala itu.

Warning, Spoiler Alert

Storyline
Film ini menceritakan tentang Tony Stark yang mengalami depresi dan gangguan tidur setelah kejadian yang menimpanya di New York (The Avengers, 2012). Tony paranoid dengan peristiwa kemunculan Loki, serangan Alien Chitauri dan berbagai hal yang terkait dengan The Avengers kelak akan membahayakan Pepper Pots, satu-satunya orang yang disayanginya. Selama mengalami gangguan tidur, Tony menyibukan diri dengan membangun berbagai macam jenis Iron Man suit (lebih dari 30 jenis tapi kurang dari 10 yang namanya beredar di Internet). Hingga peristiwa yang hampir merenggut nyawa Happy (bekas bodyguard Tony) menyeretnya untuk berkonfrontasi dengan seorang teroris internasional bernama Mandarin dan memaksanya bertarung dengan sekumpulan pasukan super bernama Extremist.

Kira-kira begitulah garis besar film Iron Man 3 yang merupakan bagian dari fase kedua dari Marvel Cinematic Universe. Kenapa menurut saya film ini sangat buruk? Terutama karena Mandarin yang selama ini orang-orang kira adalah musuh utama di film ketiga Iron Man ini, ternyata bukan Mandarin yang selama ini saya kenal melalui komik maupun serial animasi. Mandarin disini hanyalah tokoh palsu yang menjadi kedok seorang peneliti bernama Aldrich Killian. Yang bersama Dr. Maya Hansen, Ia mengembangkan The Extremis, sebuah techno-organic virus yang berkemampuan untuk menulis ulang kode organik manusia. Membuat mereka yang disuntikan Extremis menjadi lebih kuat, lebih cepat dan dapat menyemburkan api.

Beberapa bulan semenjak trailer kedua Iron Man 3 muncul di internet, saya sangat bersemangat untuk segera menonton film tersebut. Mandarin muncul pada trailer tersebut dan memaksa saya untuk bertanya-tanya, bagaimana nantinya battle antara Iron Man dan Mandarin. Setelah menonton film ini, saat sosok Mandarin sebenarnya muncul, saya benar-benar kecewa. Mandarin tak lebih dari seorang aktor bernama Trevor Slattery yang dibayar oleh Aldrich untuk berperan menjadi sosok Mandarin. Maksud saya, kenapa Marvel memilih menggunakan karakter tersebut sebagai musuh utama jika pada akhirnya, bukanlah Mandarin yang pada akhirnya bertarung melawan Iron Man di film ini. Kenapa harus mencampur adukan antara Aldrich dan Mandarin yang menurut saya, berbeda kelas. Mandarin menjadi musuh bebuyutan Iron Man sejak 1964, sedangkan Aldrich baru menjadi musuh Iron Man ditahun 2005. Ia pun hanya muncul satu kali di komik, dan mati bunuh diri tanpa penah membunuh Maya Hansen seperti di film. I mean, come on… Nolan dengan sukses menampilkan Ra’s al Ghul, Henri Ducard, Scare Crow, Falcone family, Zsasz, Joker, Two Face, dan Bane dalam trilogy Batman nya, namun dalam 3 film Iron Man, Marvel hanya menampilkan Iron Monger, Whiplash dan Aldrich/Mandarin, itupun dalam kemasan yang sangat tidak memuaskan (kecuali Iron Monger).

Selain karakter Mandarin yang diselewengkan, latar belakang yang kurang tepat juga sangat mengecewakan. Mandarin seharusnya berasal dari China, bukan Pakistan atau negara Islam lainnya. Ya, sosok Mandarin yang digambarkan sebagai teroris internasional memang lebih masuk akal dibandingkan sosok Mandarin yang membuat satelit yang bisa menembakan sinar laser penghancur. Tapi logo 2 pedang menyilang di background berwarna hijau tersebut agaknya mirip dengan bendera Arab Saudi (Just for you know, warna hijau di bendera Arab Saudi tersebut melambangkan Islam). Kenapa sosok teroris yang dipilih Marvel adalah teroris macam Al-Qaeda? Kanapa bukan teroris yang namanya sesuai dengan nama Mandarin. For the love of God, everyone knows that Mandarin came from China! Apakah karena film ini didanai oleh studio China? Sehingga Marvel takut menyinggung mereka?

Aldrich Killian yang diperankan oleh Guy Pierce juga bukanlah karakter yang kuat sebagai Main Villain. Diceritakan difilm ini, Killian pada tahun 1999 bertemu Tony di Swiss, menyimpan dendam setelah dibuat menunggunya selama beberapa jam di atap Hotel tempat Tony menginap. Bertahun-tahun kemudian, Killian yang ternyata telah menyuntikan Extremis kedalam tubuhnya, berusaha meminta bantuan kepada Stark Industry melalui Pepper untuk mengembangkan Extremis lebih lanjut. Tentunya Pepper menolak, karena memahami kemampuan Extremis yang bisa mengubah penggunanya menjadi tentara super. Pertanyaan besarnya adalah, orang macam apa yang menyuntikan virus yang bisa meningkatkan potensi tubuh seseorang, namun dilain pihak juga berpotensi meledakan tubuh orang tersebut jika tubuhnya menolak. Maya Hansen mengatakan bahwa Tony bisa membantu menyempurnakan Extremis, dan Killian akan membutuhkan bantuannya. Jika memang Extremis belum sempurna, penjahat super idiot macam apa yang menggunakan produk buatannya yang belum sempurna kedalam tubuhnya?
Kemudian, apa tujuan sebenarnya dari Killian menculik Presiden Amerika jika dia punya senjata super yang bisa mengubah setiap pengikutnya menjadi tentara super yang bisa melelehkan armor Iron Man. Owh come on! Penculikan presiden itu benar-benar pointless.

Okay, cukup dengan penjahat-penjahat super nya. Saat nya membahas sang Iron Man. Jika kalian sudah menonton, pasti ingat adegan ketika Extremis menyerang Stark Mansion. Pertanyaan besar muncul saat saya melangkah keluar teater, “Jika Iron Man punya koleksi puluhan armor yang bisa digerakan oleh Jarvis, kenapa saat rumah Iron Man diserang, Tony hanya fokus pada satu armor, Mk 42? Bagaimana dengan kostum yang lain?”
Sewaktu Mk 42 digunakan oleh Pepper, apakah Jarvis tidak bisa berinisiatif untuk meluncurkan paling tidak satu armor Iron Man lainnya? Jika melihat keadaan yang darurat waktu itu, seharusnya Jarvis bisa meluncurkan paling tidak satu armor untuk dikenakan Tony. Jika ada yang berargumen Jarvis tidak punya inisiatif, coba ingat saat Tony terjebak didasar laut, Jarvis menyuruh Tony untuk menahan nafas, dan ia pun melepas bagian tangan kanan Mk 42, dan membebaskan Tony dari jeratan kawat baja. Mngkin Jarvis kurang cerdas, Tony yang depresi dan tak bisa berfikir jernih, atau Marvel memang sengaja menyiapkan seluruh armor lainnya untuk adegan pertempuran terakhir agar film Iron Man ini menjadi sangat Hollywood?

Dan bicara soal Stark Mansion yang dihancurkan para Extremis, yang mengherankan  buat saya adalah kemunculan orang-orang yang mengenakan jaket CSI di puing-puing bekas pertarungan. Maksud saya, Tony Stark dan Iron Man adalah anggota The Avengers, bukankah lebih masuk akal jika proses investigasi penyerangan salah seorang anggota perkumpulan super hero besutan S.H.I.E.L.D ini berada dibawah pengawasan S.H.I.E.L.D? Come on, it’s Tony Stark! He creates technology that other geniuses never did! Seharusnya S.H.I.E.L.D menjaga agar teknologi apapun yang ada di Stark Mansion tak jatuh ke tangan yang salah. Tapi Marvel lebih memilih CSI dan polisi untuk mengurus puing bekas rumah super hero paling jenius. Genius!

Di Iron Man 2, saat Tony menggelar pesta dan mabuk di mansion nya, Ia mengatakan bahwa Iron Man suit dilengkapi dengan kemampuan untuk mengolah urine. Jika Mk V saja dilengkapi dengan kemampuan tersebut, setelah banyak Mk-Mk yang dibuat oleh Tony, apa ngga ada satupun Iron Man armor suit yang dilengkapi dengan kemampuan untuk menyadarkan siapapun yang saat itu ada di dalam Mk 42? Come on, gimana ceritanya kalau Iron Man kehilangan kesadaran waktu dia sedang bertempur? Apa dia harus selamanya mengandalkan Hulk?

Pertarungan terakhir memang agak klise. Sangat Hollywood, save the best for last. Setelah Killian menculik Pepper Potts, menginjeksi Extremis kedalam tubuh Potts, menyabotase Iron Patriot dan memilih untuk tidak membunuh Rhodes, diijinkan masuk begitu saja kedalam Air Force One bersama Presiden Amerika Serikat karena ia menggunakan Iron Patriot armor, menyabotase Air Force One yang “kebetulan” hanya berisikan 11 orang awak pesawat, menculik Presiden Amerika Serikat dan membawanya ke sebuah pelabuhan yang masih berada di Amerika Serikat (mungkin di Miami), ia berniat membunuh sang Presiden dan menyiarkannya keseluruh negeri.

Kemudian, Iron Man dengan Mk 42 nya berhasil menyelamatkan kesebelas orang awak Air Force One yang dengan terlempar keluar pesawat (entah bagaimana nasib bangkai pesawat Air Force One tersebut, semoga meledak diudara, dan puing-puingnya tak mendarat dijalanan Miami), menyelamatkan mereka dengan membiarkan mereka mengambang tanpa pelampung di tengah lautan. What an American Hero! Lalu Rhodes dan Tony dengan ajaib berhasil menemukan lokasi dimana Pepper dan sang Presiden ditawan, di sebuah pelabuhan bongkar muat peti kemas. Saat itulah Tony memanggil seluruh armor Iron Man yang masih tersimpan dengan rapi di bunker Stark Mansion yang selamat dari serangan misil Extremis.

Okay, saya cukup puas dengan adegan pertarungan yang tak lebih dari 10 menit lamanya. Adegan Igor menopang crane yang hampir jatuh benar-benar keren! Detil yang armor yang ditampilkan sangat memuaskan. Sayangnya, pertarungan akhir ini membuat armor Iron Man jadi terlihat sangat rapuh. Beberapa diantaranya dihancurkan dengan mudah oleh para Extremis. Tony tanpa menggunakan armor pun berhasil mengalahkan salah satu Extremis sendirian. Entah apakah Extremis yang dihadapi di pertarungan akhir ini jauh lebih kuat, atau kualitas armor Iron Man yang menurun.

Mari segera melompat ke Ending dari film ini. Pertarungan puncak tentunya antara Tony/Iron Man melawan Killian dengan kekuatan yang diperoleh dari Extremis. Setelah gagal menyelamatkan Potts yang terjatuh kedalam ledakan, Tony dengan tenangnya menyerang Killian. Namun KIllian berhasil mendesaknya. Kemudian Tony yang kehabisan armor Iron Man, setelah banyak diantara dihancurkan oleh pasukan Extremis, mendapat bantuan dari armor Mk 42 kesayangannya. Armor butut yang hanya prototype tanpa kemampuan pertempur ini menjadi penyelamatnya. Armor tersebut dikenakan oleh Tony ke tubuh Killian, dan armor Mk 42 tersebut diledakan oleh Jarvis.
Killian yang selamat dari ledakan tersebut kembali menyerang Tony, yang dengan mudah ditebak, diselamatkan oleh Potts yang selamat dari ledakan, karena memiliki kekuatan dari Extremis.
Satu hal lagi yang agak mengganggu saya soal teknologi yang diciptakan oleh Tony untuk mendukungnya mengendalikan Iron Man, dia harus selalu terkoneksi dengan Jarvis, paling tidak secara verbal menggunakan microphone. Saat Potts dibidik oleh salah satu armor Iron Man (Kenapa armor yang dihancurkan Potts hanya membidik nya ya? Padahal disitu juga ada Killian. Kenapa armor itu ngga membidik keduanya? Padahal Tony dengan jelas memerintahkan Jarvis untuk membidik semua orang yang menggunakan Extremis), Tony tak dapat mengendalikan armor tersebut karena microphone yang digunakannya untuk berkomunikasi dengan Jarvis terlepas dari telinganya. Well, Tony Stark yang jenius tersebut berhasil mengembangkan armor Iron Man Mk 42 yang dikendalikannya melalui chip yang tertanam didalam tubuhnya, namun memilih menggunakan microphone konvensional yang memiliki peluang terlepas dari telinganya. What the… Dia bisa mengembangkan microphone yang ditanam dibelakang telinganya! Well, lagi-lagi Marvel berusaha membuat adegan dramatis yang penuh omong kosong.

Setelah Potts berhasil membunuh Killian, Tony meminta Jarvis untuk menghancurkan sisa Iron Man armor yang ada. Wow, it’s like 4 of July! Perayaan kembang api menyambut kemerdekaan Amerika! Hell! Itu armor-armor pada kemana aja waktu Killian nyerang Tony! Paling tidak masih ada lebih dari lima armor yang belum dihancurkan oleh Extremis. Kenapa mereka hanya terbang ngga karuan, dan bukannya berusaha menyelamatkan Tony? Hal aneh pun masih muncul hingga saat terakhir film. Tony dalam waktu singkat berhasil menyembuhkan Potts dari Extremis, dan secara tiba-tiba memutuskan untuk melepaskan mini-reactor yang selama ini menopang hidupnya. Why why why… Kenapa baru sekarang? Kenapa setelah empat kali menghadapi kejadian yang hampir merenggut nyawanya, dan beberapa kali hampir membuat Potts terbunuh, secara tiba-tiba Tony memutuskan untuk melepas Arc Reactor tersebut? Apakah karena Tony telah menghancurkan semua armor nya? Sehingga dia tak lagi membutuhkan Arc Reactor untuk menggerakan Iron Man? Kalau iya, lalu bagaimana semua armor tersebut bisa terbang melayang bebas tanpa sumber energi? Jika seluruh armor memang telah dilengkapi dengan sumber energi yang independen, mengapa ia lebih memilih menyiksa diri dengan membiarkan ada sebuah plat besi yang dan sumber energi tak terbatas untuk menopang hidupnya? Apakah berarti nantinya Tony Stark di film Avengers 2 akan muncul tanpa lampu iconic di dadanya?
Okay, film scientific fiction memang semestinya tak masuk akal kadang. Tapi terkadang para penontonnya membutuhkan sebuah alasan yang lebih bisa diterima untuk sebuah kejadian di dunia yang tak masuk akal itu! Dan inilah mengapa saya katakan film Iron Man ini buruk! Sama buruknya dengan film keduanya.

Film dengan kualitas efek terbaik sekalipun akan menjadi buruk jika cerita dan detil didalamnya dibuat dengan kualitas yang cuma-cuma. Menurut saya, Marvel masih gagal menyuguhkan adaptasi superhero yang dapat mengalahkan Batman besutan Nolan secara kualitas cerita. Iron Man 3 buat saya pribadi tak lebih dari proyek Marvel untuk melengkapi Fase 2, demi menyambut The Avengers 2 yang rencananya dirilis tahun 2015 nanti. Melihat bagaimana cerita Iron Man 3 ini dibuat, saya tak terlalu yakin dengan Captain America: The Winter Soldier yang akan rilis tahun 2014 maupun Thor: Dark World yang akan rilis tahun ini juga.

Well, that’s me, how ‘bout you?

2 thoughts on “Another Bad Iron Man Movie

  1. jadi begini..
    1. Iron Man itu dibuat berdasar komik, jadi ya.. maklumin aja. :mrgreen:
    2. sekuel Thor & Captain America? ah.. yang pertama juga bikin ngantuk, apalagi sekuelnya? *eh*

    :P

  2. Mengutip alasan pembuat film DragonBall Evolution, beda karena adaptasi. Dan film IM3 ini kan adaptasi dari komiknya, dibuat dengan kualitas grafis terbaik dijamannya mungkin. Kenapa ceritanya musti nyimpang jauh dari komiknya. Di The Avengers, Thor & Captain America kan udah dikenalin tuh magic di Marvel Cinematic Universe, semestinya di IM3 ini ngga ada masalah dong kalau unsur magic masuk. Kenapa penulisnya malah milih untuk stuck di villain yang pakai teknologi tinggi… Itu juga jadi pertanyaan gue Bil :/

    Owh BTW, Thor lumayan menghibur, CA emang sampah banget. Mulai dari cerita sampai CGI nya. Murahan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s