The Amazing Spiderman


Truly Amazing! Kalimat ini yang menyertai saya saat melangkah keluar dari studio film setelah selesai menyaksikan premier The Amazing Spiderman (TAS). The story-line, the character building, the scene, the effect, semuanya menakjubkan. Andrew Garfield dengan sukses menghapus ekspektasi buruk saya tentangnya yang memerankan tokoh utama film ini, Peter Parker. Walaupun kurang geek, tapi dia berhasil memerankan karkater Peter Parker yang kadang ceria, kadang kelam, bukan Peter Parker yang yang selalu gloomy dan membuat orang lain kasihan padanya.  Tubuhnya yang super kurus justru somehow membuatnya sangat cocok memerankan karakter si manusa laba-laba ini.

 

Actually, it’s a little bit too late kalau saya posting tulisan ini sekarang, but hell, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Hampir 2 jam saya menonton film ini, saya sama sekali tak merasa film ini berjalan lambat walaupun kemunculan Spiderman hanya sekitar 30% dari keseluruhan film. TAS menceritakan kembali bagaimana Peter Parker bisa memiliki kekuatan super yang didapatnya dari gigitan laba-laba yang telah dibuah struktur genetis nya. Secara bertahap, diceritakan bagaimana Peter menyadari kekuatan yang muncul setelah ia tergigit laba-laba hingga bagaimana ia membuat web-shooter nya. Ya, disini Peter Parker tidak menghasilkan jaring laba-laba seperti di film pendahulu nya. Disini saya menemukan kejanggalan, dari mana Peter bisa mendapatkan uang untuk membeli jaring laba-laba hasil mutasi gen pada laba-laba yang diciptakan oleh Oscorp, yang logikanya mahal harganya dan sulit terjangkau oleh anak SMA biasa yang tinggal bersama paman dan bibinya. Kejanggalan lain, dan kejanggalan semacam ini sangat sering muncul di film-film Hollywood, adalah mengapa Polisi tidak mengintrogasi supir yang taksinya dihancurkan oleh Lizard. Sedangkan jelas-jelas, dia adalah orang pertama yang melihat perubahan Dr. Connors menjadi Lizard di dalam taksinya. Jika polisi di film TAS ini benar-benar menjalankan tugasnya, maka adegan Peter datang ke kantor polisi untuk memberitahu identitas Lizard sesungguhnya, tak perlu ada.

Hal yang agak mengganggu saya lainnya adalah, adegan saat Spiderman berusaha menjangkau Oscorp Tower setelah dia tertembak di kaki kanannya. Beberapa orang yang (kebetulan) pernah ditolong olehnya, yang ternyata adalah seorang supervisor dari sebuah proyek, membantu Spidey untuk menjangkau Oscorp Tower dengan memerintahkan anak buahnya untuk memutar lengan Tower Crane di proyek mereka, agar Spiderman bisa dengan mudah ber web-swing ke gedung tersebut.

Terlepas dari semua hal yang mengganggu tersebut, hiburan dari efek yang disuguhkan benar-benar memukau. Sayang sekali saya tidak menonton film ini di IMAX. Banyak adegan 3D yang sepertinya memang dimaksudkan untuk disaksikan di IMAX. Walaupun begitu, tetap tak mengurangi kelebihan dari efek yang digunakan oleh film ini. Buat kalian yang belum menonton film ini, daripada menghabiskan uang 80,000 rupiah untuk makan bareng bokin, atau beli rokok satu bulan, lebih baik segera ke XXI terdekat, dan tonton film ini.

3 thoughts on “The Amazing Spiderman

  1. yup, ane lebih suka yg ini daripada versi Raimi…
    Peter-nya lebih “peter” banget….ada momen2 lucunya pula..
    tapi yg aga kurang munkin acttion-nya kali ya…bukan adegan actionnya kurang banyak,tapi penggunaan CGI atau kompuuterisasi di adegan actionnya tuh terlalu kentara ^

  2. IMHO, mau ngga mau banyak adegan action yang pakai CGI, musuhnya aja udah 100% CGI. Macam nonton The Avengers aja sih :)
    Soal adegan action yang kurang, tunggu aja nanti The Amazing Spiderman 2 keluar (walau terakhir cari info, belum tau pati keluarnya kapan). Tapi kalau liat ending dari TAS ini, bakal ada TAS 2 kedepannya.

  3. yup, maksud ane CGI Lizard nya tuh kurang riil gitu,,,kalo bahasa saya..”wagu” hahaha

    denger2 mereka lagi nyari pemeran Mary Jane untuk TAS 2…semoga cakep deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s