Person of Interest: Batman & Robin Without Mask


“8.75 out of 10”

Saat pertama kali mendengar judul serial ini, saya tak terlalu tertarik. Terlebih saya sedang keranjingan menonton serial Castle dan sitkom Community. Namun melihat nilai di IMDB yang cukup tinggi, saya merasa terpanggil untuk menonton episode pilot serial ini.

Person of Interest

Beberapa hari yang lalu, saya mulai mengunduh serial ini. (Ya saya mengunduhnya karena di TV kabel Indonesia serial ini belum akan ditayangkan). Sampai episode kedua, saya masih belum terlalu tertarik dengan serial ini, saya berencana untuk kembali menonton Homeland yang belum selesai saya unduh season pertamanya. Tapi saat menonton episode ketiga dan keempat, saya mulai menyukai serial ini.

Serial ini bercerita tentang seorang mantan agen CIA yang sebelumnya diketahui statusnya KIA (Killed in Action) bernama John Reese (Jim Caviezel). Reese yang menggelandang di jalanan kota New York secara tiba-tiba ditemukan oleh seorang Billioner bernama Harold Finch (Michael Emerson), yang juga dinyatakan telah meninggal namun hidup dengan identitas rahasia. Finch menjelaskan, setelah peristiwa 9/11, ia menciptakan sebuah program komputer untuk pemerintah yang fungsinya adalah untuk mendeteksi aksi terorisme sebelum hal itu terjadi. Jika anda pernah menonton Eagle Eye, film yang dibintangi oleh Shia LeBouf, sistem komputasi yang dibuat oleh Finch ini mirip dengan yang ada di Eagle Eye. Namun Finch menemukan bahwa sistem tersebut tidak hanya mendeteksi aksi teror, namun ia mendeteksi aksi kejahatan yang akan dilakukan oleh seseorang, atau kepada seseorang. Melalui ‘pintu belakang’ yang telah ia ciptakan pada program tersebut, Finch selalu mendapat informasi akan korban/pelaku aksi kejahatan yang akan terjadi melalui social security number mereka. Finch merekrut John untuk menjadi tangan kanannya dalam aksi menumpas kejahatan sebelum hal itu terjadi.

Jonathan Nolan dan J. Abrams menulis serial ini dengan tidak membosankan. Tidak hanya tentang menyelamatkan nyawa orang-orang setiap hari, namun juga bagaimana mereka menghindari pihak kepolisian yang mengejar mereka karena bertidak diluar hukum dan terkadang berlebihan. John memang tidak suka membunuh, ia lebih senang melumpuhkan. Namun sering ia memilih menggunakan cara yang agak mencolok seperti menembakan peluncur granat disiang bolong atau menabrakan mobil untuk menyelamatkan korban ditengah-tengah jalan raya. Karena itu ia dikejar oleh seorang detektif bernama Joss Carter (Taraji P. Henson), seorang detektif bersih yang lurus. Namun berkat bantuan seorang “teman” yang juga seorang detektif bernama Lionel Fusco (Kevin Chapman), John selalu bisa menghindari Carter, dan dalam satu episode John menyelamatkan nyawa Carter dari seorang suruhan mafia.

Yang paling saya sukai dari serial ini adalah bahwa John dan Harold bertindak seperti Batman dan Robin. Hanya saja mereka berdua tidak menggunakan topeng sama sekali.  Untuk penyuka serial yang penuh adegan aksi, konspirasi yang kusut dan misteri yang tak kunjung terpecahkan, serial ini sangat layak untuk ditonton. Dan tak perlu khawatir serial ini akan di cancel seperti Terra Nova, CBS telah mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang serial ini ke season 2 belum lama ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s