Famous Is Not A Crime


What is wrong with this F words? Sepertinya beberapa hari yang lalu kata ini jadi hal yang sensitif banget di linimasa Koprol gue. Gue perhatiin, ada yang bilang karena dirinya ngga famous lantas begini lah, ada yang bilang karena famous makanya jadi begitu lah, atau apalah. Guys, what’s wrong with being famous?

Famous itu apa sih kakak?

Famous yang dalam bahasa Indonesia artinya Termasyhur, Terkenal, Ternama atau Tersohor ini memiliki pengertian secara harafiah seperti berikut ini:

“Celebrated in fame or public report; renowned; mach talked of; distingusihed in story”

sumber: artikata.com

Dari pengertian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa Famous adalah hmm well, yah, terkenal :)) (sama sekali ngga menjelaskan ya?). Ya karena memang artinya seperti itu, Famous itu berarti dikenal oleh banyak orang. Tapi pengertian menurut gue tentang Famous itu sebagai berikut:

“Terkenal berarti dikenal oleh banyak orang dalam satu kelompok atau lebih, dalam suatu kurun waktu atau lebih karena suatu perihal.”

Jadi menurut gue, terkenal itu ngga musti jadi yang paling dikenal di muka bumi atau jagad raya ini. Mau bukti? Contoh, saat tetangga kita (misal: Udin) memenangkan piala badminton se-RWsaat 17an. Si Udin lantas menjadi sosok yang terkenal di lingkungan RW-nya karena ia menjuarai pertandingan badminton, di RW-nya. Diluar RW-nya, mungkin Udin hanya sosok biasa dan tak akan ada yang mengenalinya setelah memenangkan piala bergilir tingkat RW tersebut. Dan dalam beberapa waktu kedepannya (misal 10 tahun), Udin mungkin tak akan setenar dulu. Bahkan sosok seperti Bill Gates atau George Soros yang mendunia bukan berarti menjadi sosok yang dikenal oleh semua orang. Coba pergi ke pasar, tanyakan ke ibu-ibu penjual sayur, apakah mereka mengenal George Soros. Belum tentu mereka tahu. Jadi, terkena itu memang terbatas pada kelompok-kelompok tertentu.

Lanjut lagi, seseorang jadi terkenal itu karena hal-hal yang mereka lakukan. Okay, gue akan kembali menyinggung ranah Koprol. Contoh, The Legendary Super Jipis, @iamgps, menjadi terkenal setelah dia merekam tarian Tori-Tori saat kalah taruhan hasil Piala Dunia dengan temannya. Dia menjadi sosok yang dikenal di kalangan para Koprollers. Atau seperti @abangdoel dan @tiby yang dikenal oleh banyak orang saat mereka maju ke panggung dalam salah satu event Yahoo! Koprol. Atau malah mungkin seperti Pak @satya, @armanto, @fajar dan @beol as the brain behind Koprol. Mereka terkenal karena apa yang mereka telah perbuat, apapun itu perihalnya. Baik, buruk, memalukan atau membanggakan, tak jadi soal. Intinya, mereka sudah dikenal dikalangan mereka, no question ask.

Apasih untungnya jadi Famous?

Imho, depends on lo Famous-nya gimana. Kalau lo Famous karena lo maling (bukan bang @maling lho yang ane maksud) ya ngga ada untungya. Lo cuma menang nama buruk doank. Mau ngapain aja, embel-embel maling (sekali lagi bukan bang @maling yang ane maksud) akan seterusnya melekat. Paling ngga, dalam satu kelompok tempat lo jadi maling (asli, bukan bang @maling yang ane maksud). Diluar itu, lo ngga dikenal sama sekali. Kalau lo terkenal karena good deeds, alhasil orang akan dengan mudah menerima lo. Mereka akan lebih welcome sama kalian, karena bagi mereka, kalian ngga mengganggu sisi kenyamanan dan rasa aman mereka.

Di sebuah jejaring sosial, saat fame kalian semakin tinggi, maka otomatis jumlah kawan/pengikut kalian akan semakin meningkat. Ambil contoh (lagi), @iamgps hingga saat ini punya lebih dari 5000 teman dan 332 pengikut di Koprol. Dengan semakin banyak pengikut dan teman, ‘suara’ Aji semakin mudah didengar. Saat Aji mengatakan “I Love You @es_seroet!” maka otomatis ada lebih dari 332 orang yang sudah pasti membacanya, dan hampir mencapai 5025 orang (jika tak ada yang meng-unfollow Aji) yang membaca statement tersebut. Ditambah jika seluruh teman dan pengikutnya melakukan Bump pada proll tersebut, maka efek yang dihasilkan akan lebih menakutkan. See, this is the power for being famous in social media.

Atau mungkin kalian gemar nge-blog dan membuat tulisan, tulisan atau artikel kalian akan lebih mudah dibaca oleh orang-orang. Just post it on your micro blogging account, maka akan ada banyak pengikut kalian yang membaca. Jika mereka menyukai tulisan kalian, mungkin mereka akan mem-Bump/RT tulisan kalian ke pengikut mereka. Traffic blog kalian akan meningkat dengan sendirinya. Dengan begini, kalian bisa merasa puas mengetahui tulisan/artikel kalian mendapat atensi yang baik dari orang lain. Dan ini memicu kalian untuk terus menulis kembali. This is again, the power of being famous!

More friends, More Fun. Semakin banyak teman, semakin banyak kesenangan yang bisa kalian dapatkan. Dengan jadi seseorang yang dikenal, kita dapat lebih mundah mendapat teman. Baik itu teman di dunia maya ataupun di dunia nyata. Look again, another benefits for being famous!

Pasti Ada Ruginya Donk?

Jika ada sisi positifnya, tentu ada sisi negatifnya. Seperti para selebritis di layar kaca. Mereka jadi incaran awak media yang berburu berita tentang mereka. kehidupan pribadi mereka terkadang jadi terganggu. Sama, ada kerugiannya juga jadi sosok yang dikenal di suatu kelompok. Ambilah contoh diatas tadi, si Udin. Setelah dia menjadi sosok yang paling dikenal sebagai jagoan badminton di RW-nya, bukan berarti semua orang akan mengelu-elukan dirinya. Tokoh Antagonis pasti selalu ada selama mereka yang Protagonis masih berdiri di muka bumi. Pasti ada saja yang kurang suka dengan menangnya Udin. Mereka bisa saja mencibir Udin dengan berkomentar, “Ah, jagoan RW doank belagu.” Even mungkin si Udin sama sekali ngga bersikap sebagai sosok yang belagu.

Jika suatu hari Udin melakukan kesalahan yang berkaitan dengan perihal yang membuatnya tersohor di kampungnya, maka orang-orang akan dengan mudah memojokan dia dengan alasan berbagai alasan. Coba lihat Taufik Hidayat deh. Lebih banyak dicemooh dibandingkan diingat-ingat prestasi-nya untuk Indonesia setelah kemampuannya menurun yang mungkin akibat dari faktor usia.

Jadi Famous itu juga harus hati-hati. Kalau kata @maling, “Kalau lo jadi seorang panutan, jaga baik-baik omongan lo.” (gue juga ngga inget kalau dia pernah ngomong gitu). Dengan jumlah teman dan pengikut yang lebih banyak, kita dituntut untuk, paling tidak mampu lebih menjaga norma dalam setiap ucapan (kalau masih ingin dianggap peduli pada norma dan aturan). Kita juga dituntut untuk tidak bersikap sombong (kalau masih ingin memikirkan perasaan orang lain) pada orang lain.Well, makin tinggi pohon, makin kencang angin yang meniupnya sih. Salah-salah bukan teman yang kita dapat, tapi malah musuh nantinya.

So?

Apakah suatu kejahatan menjadi seseorang yang dikenal? As for me, tentunya sama sekali ngga. Menjadi seseorang yang dikenal itu bukan perkara yang mudah, harus ada harga yang ditukar untuk mendapatkan semua itu. Usaha, kerja keras, rasa malu, uang, it could be anything. Yang jelas, kalian ngga mungkin berdiri di pinggir jalan dan tiba-tiba mendapat jabat tangan dari orang-orang disekeliling kalian. Famous itu butuh usaha jendral!

Jadi kalau ada dari kalian yang bertanya-tanya mengapa mereka yang katanya famous itu punya ‘damage’ yang lebih besar daripada kalian di jejaring sosial, well, jangan protes. Mereka bisa membuat dampak yang besar itu bukan dengan cuma-cuma dan tiba-tiba. Think about it.

Mungkin Udin ngga pernah berniat untuk menjadi sosok yang terkenal di RW-nya. Dia hanya ingin bermain badminton, dan membuktikan pada dirinya bahwa ia mampu menjuarai kejuaraan tersebut. Seseorang yang dikenal luas oleh orang banyak belum tentu menginginkan hal tersebut. @iamgps menjadi terkenal karena tarian Tori-tori nya. Ia melakukan itu karena harus menepati janjinya, bukan karena mencari ketenaran. But yet, He is Famous now, and we can’t deny it.

Lalu apa salahnya jadi Famous? Menurut gue pribadi, ngga ada salahnya jadi terkenal selama lo dikenal oleh orang banyak karena hal-hal baik yang lo lakukan. Being Famous is not a crime! Coba pikir, suatu hari lo tiba-tiba jadi terkenal karena hal yang lo lakuin, dan lo ngga akan pernah bisa bilang Ngga. Lo ngga bisa menolak fame yang tiba-tiba aja lo peroleh itu. Lo mungkin bisa bilang, “Gue ngga pernah kepingin jadi famous koq.” tapi lo ngga bisa nolak itu semua. Sama kaya Peter Parker yang ngga bisa nolak saat dia digigit laba-laba dan punya kekuatan super. It’s a gift, yet, it could be a curse.

In the end, IMHO, sebetulnya kita ngga perlu mempermasalahkan soal seseorang jadi Famous di Koprol atau dimanapun itu. Kita ngga perlu mempermasalahkan seseorang yang mempunyai fame yang lebih tinggi daripada kita, atau ketika mereka mendapat atensi yang lebih. Semakin kita mempermasalahkan hal tersebut dan menunjukkannya ke orang lain, hal-hal tersebut justru akan membuat seolah-olah kita iri pada mereka. Famous atau ngga itu pada dasarnya sama. Sama-sama makan nasi, sama-sama butuh oksigen. Letak perbedaan yang paling mencolok ya mungkin ada pada hal-hal yang gue sampaikan diatas. Just remember one thing:

“You are a famous person among your people.”

(Kalian adalah orang yang terkenal di antara kelompok kalian)

np: This article are based from my thought only. Open for comment, closed for debate.

12 thoughts on “Famous Is Not A Crime

  1. bondan says:

    Famous itu baik…karena akan lebih banyak didengar dan dapat meng-influence banyak orang,namun harus tetap diimbangi dengan sikap low profil,baik hati dan tidak smbong..

    More friends means more famous…Kebanyakan orang sebenarnya tujuan seorang join ke suatu karena pingin dikenal banyak orang (famous?) meski kebanyakan malu-malu untuk mengakuinya..(IMHO)

    Dikenal sebagai orang penting itu baik,tapi dikenal sebagai orang baik itu penting..

  2. khasyi says:

    Entah kapan nama saya akan disebut dalam artikel Om @astronotbumi ?

    Disapa orang famous tentu berefek buat fame kita khan?

  3. andre says:

    yg pasti klo “famous” sangat penting, krn akan memberi pengaruh yg cepat + besar bagi kehidupan orang lain, tentunya “famous” dalam artian yg baik & benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s