So What?


Hari ini saya membuat sebuah proll di Koprol yang isinya mengomentari mereka yang masih sering menggunakan mass-mention untuk mendapat atensi. Kemudian muncul komentar dari seorang koprollers yang berbunyi kurang lebih seperti ini:

“rajin bump..rajin sumon..rajin bikin prol..tp gk pernah komen,friend request gk di app..ini yg paling ngeselin!”

Kesal! Saat komentar kita ngga pernah digubris. Kesal! Saat tau ternyata friend request kita belum di approve juga. Kesal! Saat si user ini gini, si user itu gitu.
Yah well, gue pribadi juga kesel sama diri gue sendiri, kenapa harus bikin tulisan ini (aslinya keluar). Tapi, kesal itu manusiawi koq, setiap orang termasuk saya sendiri pasti pernah merasa kesal oleh sesuatu hal di social media seperti koprol ini (berusaha untuk tetap tenang). Tapi kenapa musti kesal sih? Kalau anda masuk kedalam satu post/thread/proll dan menuliskan komentar, namun tak ada satu orangpun yang menggubris anda, mungkin saja:

1. Komentar kalian ngga nyambung dengan konten yang sedang dibicarakan, sehingga orang-orang enggan menanggapi kalian. Kalau untuk hal yang satu ini kalian kesal, owh maaf, kalian kekanak-kanakan.
2. Orang-orang yang kalian tegur ini memang terlahir sombong dan hanya mau bergaul dengan sesamanya. It’s okay, just let ’em be. Ngga perlu dikomentari, diprotes atau apapun. Well, hak mereka untuk jadi sombong kan.
3. Malas. Si empunya post/proll memang tipikal orang yang malas menanggapi komentar. They just love to post and bump.
4. Waktunya kalian untuk berhenti menyalahkan orang lain, mungkin cara menyampaikan pendapat dalam komentar anda tak bisa diterima oleh user lain, dan mereka memilih mengacuhkan anda. Jangan serta merta menyalahkan orang lain dulu.

Atau mungkin kalian kesal, saat anda tau Friend Request anda belum di accept? Well, santai aja. Sudah pernah ngerasain di block sama community manager-nya yahoo belum, padahal situ admin komunitas? @marpenus pernah dulu. Dan hal itu terjadi untuk alasan yang dia sendiri juga kurang tau kenapa, tapi yah, itu dah lewat sih. The poin is, ya terserah mereka kan? Kalau mereka ngga mau accept friend request kita, kenapa musti marah? Mungkin mereka sombong, mungkin mereka punya terlalu banyak alerts dan request kita belum di accept, mungkin mereka pingin menjaga privacy mereka, atau mungkin mereka cuma ingin lini masa mereka ngga dipenuhi oleh banyak user, atau bisa juga mereka ngartis abis sampai cuma maunya di follow aja tanpa harus accept friend request. Ada banyak kemungkinan, dan sebetulnya, kemungkinan-kemungkinan itu datangnya bukan dari mereka saja. Malah kemungkinan terbesar datangnya dari diri anda sendiri. Orang-orang tak mau accept friend request kalian karena kalian terlahir menyebalkan, menurut mereka anda alay dan mereka gaul. But Hell! Terus kenapa? Kalian mati kalau ngga berteman dengan mereka? Ngga kan. Kalian pastinya masih bisa dapat teman yang lain.

Jangan berburuk sangka dulu lah dengan user lain. Belum tentu mereka seperti apa yang kita pikirkan. We don’t know ’em, so don’t judge ’em just because they not accept you or just ignoring you. Orang itu berbeda-beda, dan kalau kalian ingin dianggap dewasa bersosial di sosial media, pahami dulu perbedaan seperti yang saya maksud. Jangan menyalahkan orang lain untuk hal yang membuat kalian kesal.

Oiya, ada hal menarik lainnya yang saya dapat dari proll yang saya buat sore ini. Yaitu relevansi antara atensi dengan avatar anda. Menurut @andemuts, user koprol hanya akan merespon mereka yang menggunakan avatar cantik/ganteng. User yang avatarnya cantik, akan selalu mendapat Bump/komentar dari user laki-laki. Nah, lalu kenapa? Toh di dunia nyata, hal yang sama juga berlaku kan? Mereka yang kinclong, putih, rambut panjang, cantik lebih mudah mendapat perhatian dari lelaki? Apa salah kalau hal yang sama terjadi juga di Koprol? In my opinion, ngga salah. Yang salah itu, kalau Bump digunakan seenaknya tanpa ada maksud dan/atau tujuan tertentu.
Kenapa salah, kan bebas aja mau nge-bump proll apapun? Well, yes, memang bebas-bebas aja untuk anda nge-bump proll apapun itu. Namun semakin sering anda mem-bump proll tak penting, semakin tinggi kemungkinan anda di unfollow oleh followers anda. Kenapa? Ya sederhana, karena mereka ngga mau membaca bump yang isinya hak-hal ngga penting setiap saat. Tapi ya memang… Follow-unfollow, bump-ngga nge-bump, itu semua hak masing-masing individu. Just remember one thing, jangan nyenggol kalau ngga mau doisenggol, kalau nyenggol terus kena protes ya jangan marah.

So, kesimpulannya, semuanya balik ke diri kita sendiri dulu. Jangan apa-apa langsung menilai buruk orang lain. Apapun itu, ngga perlu langsung kesal. Santai, kaya di pantai.

12 thoughts on “So What?

  1. aprilia_lia says:

    Wajar cie..klo menurut sya ya mas erbe..user dikoprol kn bera9am tipikal dn personality..jd klo ditan99apin satu2 y lumayan bikin lumanyun #ehh

  2. riyanable says:

    Saya sempat baca dialog prol Anda..
    Sungguh hangat!
    Setuju saja….mari ngoprol sehat..
    Lakum dinukum waliadin.

  3. eqha1991 says:

    setujuuuu~~ perlu di hidupkan lagi tuh @koprol_sehat atau sekarang jadi #koprolsehat ?

  4. gw bukan admin…tapi tetep kesel pas diblock tanpa alasan jelas … iya sih gw cuma user biasa dan gw bukan artis kek @astronotbumi … tapi tetep kesel >_< .. "Mungkin mereka sombong, mungkin mereka punya terlalu banyak alerts dan request kita belum di accept, mungkin mereka pingin menjaga privacy mereka, atau mungkin mereka cuma ingin lini masa mereka ngga dipenuhi oleh banyak user, atau bisa juga mereka ngartis abis sampai cuma maunya di follow aja tanpa harus accept friend request." setuju aja deh

  5. Gw pernah tuh komen dengan kalimat baik2 sopan dan halus ke postingan salah satu anggota komunitas koprol sendiri.. komentar orang lain dia tanggepi, tp gw ngga sama sekali.. payah. (terindikasi orang ini masuk ke no.2 #terlahir_sombong) padahal udah saling kenal di KOPDAR.. dan kejadian ini juga sering terjadi di koprol.. salah satu yg bikin gw frustasi 1.5 tahun ngoprol. Tp pelajaran bwt gw untuk gak meniru gaya koproler model gitu, gw harus selalu RAMAH dan CARE terhadap respon posting, ngga seperti sebagian besar member di KOPROL yg hanya mau nanggepin respon kenalan baiknya / genk nya aja, yg lain dicuekin.. kasian orang2 newbie..

  6. Shay says:

    *angguk anggup kepala
    nice info , brad
    asal “WANI PIRO ??” kalo alertsnya pgn di approve
    :D
    #korbaniklan

  7. Bondan says:

    Sebagai mahkluk sosial koproler akan mengelompok krn disatukan oleh persamaan pandangan akan suatu hal dan menetapkan aturan (standar) ..yg akhirnya bermuara pada ‘EKSKLUSIFITAS KOPROL’..
    gk heran bila ada komen/friend request yg dicuekin

  8. marmudcanteq says:

    huhuu gue jga tuu,udh smpe belumut alert gue gak di gubris
    kesseeeell
    akhirnya gue berpendapat klo tu user gak mau berteman kli y sm gue,
    ya udh gue cancel deh :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s