Others Gives Reward, What Koprol Gives to You?


koprol for blogHampir dua tahun sudah saya terdaftar sebagai user Koprol, terhitung semenjak Maret 2009 hingga sekarang ini January 2011. Kala itu untuk bergabung di Koprol, saya harus mendapat invitation dari user lain yang sudah terlebih lebih dahulu terdaftar dalam jejaring sosial tersebut. @billy lah yang menawarkan invitation untuk Open Beta dari Koprol.

Mulai dari 2 tahun yang lalu hingga sekarang ini, saat Koprol telah diakuisisi oleh Yahoo!, telah ada banyak sekali perubahan yang signifikan dari Koprol. Mulai dari logo yang berubah dengan menghilangnya swirly o ke huruf K yang kemudian berakhir ke huruf Y! khas Yahoo!, halaman home saat login/sign up yang berubah beberapa kali, hingga nama Koprol Beta yang berubah menjadi Koprol from Yahoo!.

Saya ingat betul, dulu, untuk menambahkan lokasi baru, user harus menunggu lokasi yang mereka suggest di approve oleh admin Koprol. Kita harus bersabar menunggu antrian lokasi yang  Bahkan untuk menambahkan negara baru, saya harus mengirim direct message langsung ke admin yang berkuasa saat itu untuk menambahkan dua negara tujuan saya kala itu. Merepotkan, namun menyenangkan.

Disini saya ingin mengulas pengalaman saya menggunakan Koprol selama hampir 2 tahun belakangan ini. Tentang apa yang diberikan Koprol sebagai sebuah situs jejaring sosial pada para penggunanya.

Badge Attack! Karma Rules!
badgeDan tiba-tiba saja dunia, dan Indonesia pada khususnya, mendapat serangan gencar dari foursquare. Jejaring sosial berbasis lokasi asal Negeri Paman Sam ini begitu populer karena fitur badge-nya. Dimana setiap user yang check in dengan syarat tertentu, di lokasi tertentu akan mendapatkan badge (semacam reward) untuk dikumpulkan. Selain itu, user juga akan mendapat poin setiap kali mereka check in atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Sama halnya seperti 3 tahun yang lalu, saat pertama kali saya blogging dan bergabung di situs jejaring sosial, Plurk. Semakin aktif kita berinteraksi di Plurk, kita akan mendapat nilai yang disebut Karma. Semakin tinggi nilai Karma kita, maka akan semakin terbuka lebar kesempatan kita untuk menggunakan emoticon-emoticon yang hanya bisa digunakan saat kita mencapai nilai karma tertentu.

And so what’s the fun of that? Apa yang menyenangkan dari sekedar mengumpulkan lencana dan nilai di jejaring sosial? Jawabannya mungkin adalah: Kepuasan. Pertama, saat kita berusaha untuk mendapatkan baik lencana maupun karma, kita akan terus berinteraksi di jejaring sosial tersebut, dengan harapan kita akan segera memperoleh apa yang kita harapkan, baik lencana maupun karma. Kedua, pada dasarnya adalah mahluk sosial, gemar bergaul dan berinteraksi dengan manusia lainnya. Dan dalam proses interaksi itu, terkadang kita berusaha untuk menampilkan sisi yang ‘lebih’ daripada manusia yang lainnya. Saat kita tahu, kita punya lebih banyak badge di Foursquare daripada rekan sejawat kita, dalam hati kita akan tersenyum lebar dan membanggakannya. Dan kita akan semakin terdorong untuk melengkapi semua lencana yang ada saat kita menemukan orang lain yang lebih hebat dari kita. Manusiawi bukan? Bahkan diluar sana ada laman semacam 4squarebadges.com yang menyediakan informasi tentang lencana di Foursquare. Proses dan hasil yang menyengankan tersebut yang menyihir jutaan orang menggunakan fasilitas semacam Foursquare dan Plurk.

Semua informasi terpampang jelas, sistem poin, cara menaikan karma, atau bagaimana mendapatkan lencana di Foursquare. Setiap user bisa memperoleh informasi tentang seluruh reward yang mereka peroleh, dan tentu saja memamerkannya di halaman profil mereka. Lalu apa yang bisa dipamerkan di halaman profil Koprol kalian?

I’m a Kurator. So What?
Semenjak pertama kali diluncurkan pada bulan Juli 2010, kurator di Koprol memperoleh sambutan yang luar biasa dari para usernya. Para user Koprol berlomba-lomba untuk bisa menjadi kurator. Dan beberapa bulan kemudian, Koprol meluncurkan fitur baru, yang disebut oleh para usernya, Pokantas (pojok kanan atas). Dimana para user yang paling banyak di komentari, di mention atau sebagai Kurator paling unggul akan muncul avatar-nya secara pergantian di halaman home user lainnya.

Is it a part of Koprol’s game? Karena menurut saya pribadi hal tersebut kurang menarik. Menjadi seorang kurator di Koprol buat saya bukanlah suatu permainan yang membanggakan dan menarik. Menjadi kurator adalah bagian dari ‘membangun’ suatu social media. Kenapa bisa kurang menarik menurut saya? Well, alasannya buat saya cukup jelas.
Tak ada poin yang bisa dilihat langsung oleh para kurator, sehingga para kurator hanya bisa menerka-nerka. Para kurator juga bisa dengan bebasnya meng-approve atau me-reject lokasi yang di suggest oleh user lainnya tanpa perlu takut malu saat ternyata lokasi yang mereka verifikasi adalah bogus.

Nothing last forever. Yes, dan Most Mentioned, Most Commented dan Top Kurator bukanlah hal yang membanggakan karena tak bisa dibanggakan setiap saat. Lain halnya dengan reward yang setiap saat bisa dilihat oleh user lain. Tak ada yang reward yang secara spesifik diberikan oleh Koprol kepada para usernya. Anda Kurator? Atau Top Kurator? Lalu apa? So What?

Community Change Its Culture
Dari kacamata saya sebagai user, seorang user bertahan menggunakan fasilitas Koprol karena Koprol memberikan kemudahan dalam berinteraksi antar user. Koprol telah mengalami banyak pergeseran, yang tadinya menjadi sebuah situs jejaring sosial berbasis lokasi, saat ini Koprol tak jauh berbeda dengan Plurk, a social journal. Lokasi bukanlah hal yang terlalu penting sekarang ini. Siapa yang membaca postingan kita dan berkomentarlah yang terpenting. Tak perlu check in di lokasi yang sesuai, yang terpenting adalah interaksi antar user.

Dari situlah komunitas-komunitas berkembang. Setiap daerah berlomba-lomba membentuk kantung-kantung yang mewadahi para pengguna Koprol di daerahnya masing-masing. Membentuk trend baru yang menggeser pola penggunaan Koprol. Meet up bermunculan dimana-mana. Swag hunter bermunculan disetiap kopdar yang diadakan oleh komunitas-komunitas untuk berburu souvenir yang biasanya diberikan oleh Yahoo! secara cuma-cuma kepada Komunitas yang mengadakan kopdar.

Melihat ciri dan budaya bangsa Indonesia, akan bermunculan lebih banyak lagi komunitas di Koprol. Setiap daerah tidak akan mau ketinggalan dari daerah yang lainnya untuk mengembangkan komunitas mereka. Banyak komunitas yang bahkan dengan serius mengembangkan komunitasnya untuk menjadi besar.

And In The End, Enough is Enough
Yang bisa saya simpulkan, Koprol hanya memberikan interaksi antar user pada saya. Tak ada reward yang diperoleh dari Koprol. Bagi mereka yang gemar berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai golongan, Koprol menjadi media yang sangat menyenangkan. bagi mereka yang mencari nilai lebih dari suatu social media, mereka akan cepat bosan.

Sosial media sama halnya dengan kehidupan bersosial di dunia nyata, selalu mengikuti trend atau membuat trend baru. Jika tak mau dan tak mampu memilih dua hal tersebut, Koprol lambat laun akan menjadi membosankan bagi banyak penggunanya. Menurut saya pribadi, Koprol harus segera menemukan suatu bentuk reward atau paling tidak umpan yang tepat yang bersifat lebih global dan bisa diterima oleh lebih banyak budaya bersosial. Foursquare memberikan kami badge dan poin, apa yang akan kalian berikan pada kami, Koprol? Karena sepertinya Pokantas tak lagi menyenangkan.

15 thoughts on “Others Gives Reward, What Koprol Gives to You?

  1. hmm….bagus….ahaha
    tp untuk apa2nya kita serahin pada yang empunya..
    semoga koprol bisa lebih baik n menarik lagi walaupun sebenarnya sudah sangat menarik….:D

  2. Thanks :) Appreciate that.
    Yah, ini kan bagian dari user menyampaikan saran ke admin.
    Whatever happen to Koprol, I’ll use it. It was fun on Koprol until today. :)

  3. arikeren says:

    hahahah.. nice topic bray! gw juga merasakan hal yg sama,lama2 agak bosen juga yaa.. enaknya sih dibikin reward yg bs dimanfaatkan di dunia nyata. macam diskon or else. salam jumper 4sq!! :P

  4. I’m kurator too..(blush)
    jujur,ga perlu badges slama mnjadi koprolers..yg penting adalah persaudaraan,persahabatan,kekeluargaan sesama koprolers…sukses terus yaaa…

  5. eqha1991 says:

    koprol is fun,, badges ng terlalu penting untuk saya pribadi,, yg penting komunitasnya tetep asyik,, tetep solid,, tetep berinovasi ke depan,, :D

  6. Menjadi kurator sangat menyenangkan selama tempat yg dibuat oleh kreator is REAL ……….. sekarang saya sudah bosan,because kreat place yg di buat kebanyakan not Real/ngawur/not publiC Area ….

    Koprol tolong lebih di rapikan lagi,koprol pemegang kendali dalam hal ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s