Nasionalisme Dan Alasan Untuk Menyerang


image

Gbr. Indonesian Flag (From Video Clip Project E.A.R – Marabahaya)

Belakangan ini kita diributkan dengan masalah Malaysia yang memasuki Blok Ambalat, perlakuan Anggota Kerajaan Kelantang Malaysia pada salah satu anak bangsa kita, Manohara yang beritanya santer ditayangkan di televisi, hingga perlakuan bangsa mereka pada tenaga kerja dari Indonesia.

Yang ingin saya bicarakan disini, adalah wujud dari rasa nasionalisme bangsa kita yang menjawab semua permasalahan tersebut. Istilah Malingsia pun ramai kembali di penjuru dunia maya. Sebuah group pun dibentuk di jagat jejaring pertemanan, Facebook. Demi menjawab panggilan mereka atas bangsa kita, Indon, yang merupakan bahasa Budak.

Yang sama sekali saya tidak habis pikir adalah, kenapa mereka musti melakukan hal itu? Apakah tindakan buruk harus dibalas dengan tindakan buruk juga? Apakah itu bentuk dari rasa Nasionalisme? Dengan membakar bendera negara bangsa lain? Dengan mengutuk bangsa mereka? Apakah dengan begitu kita dapat menunjukan rasa Nasionalisme kita?

Kembalikan ke diri kita masing-masing, apakah kita akan menerima perlakuan bangsa lain yang tiba-tiba membakar bendera kita karena suatu hal? Tentu tidak. Bendera bukanlah sekedar kain berwarna-warni yang digunakan untuk membedakan suatu negara. Merah-Putih lebih dari pada itu. Merah putih adalah perlambang keberanian pahlawan kita dahulu dalam upaya mempertahankan kesucian Bumi Indonesia.

Apa dengan berteriak MALINGSIA kita bisa membawa perubahan? Apakah dengan begitu Malaysia tidak akan memasuki Blok Ambalat? Dan kejadian Sipadan-Ligitan tidak akan terulang untuk kedua kalinya? Mengapa Malaysia berani memasuki perairan kita? Mengapa negara sekecil Malaysia berani mengusik negara sebesar Indonesia? Kenapa mereka berani mencuri kesenian kita? Kenapa mereka berani mematenkan kebudayaan Indonesia?

Tanyakan ke diri sendiri. Sebuah kenyataan bahwa yang selalu bisa kita lakukan hanyalah menyumpah serapah dari dunia maya atau jalanan, tanpa bisa menyelesaikan akar masalah. Bukan hanya Malaysia yang ingin menyerang dan menginjak-injak kita. Ada banyak bangsa lain, yang bahkan semenjak ratusan tahun lalu telah tertarik dengan apa yang ada di bumi pertiwi Indonesia.

Bangsa kita tumbuh sebagai bangsa yang sombong, yang percaya bahwa sebatang tongkat dapat tumbuh menjadi sebuah pohon yang mampu mencukupi kehidupannya. Yakin bahwa lautannya yang luas akan dapat menghidupi seluruh rakyatnya hingga akhir jaman. Kita terlalu terbuai dan hanya memikirkan hal-hal yang terlihat dan terasa oleh penglihatan kita. Media membawa kita kearah yang lebih buruk, bukannya lebih baik. Perkembangan mental pemudanya kearah yang jauh lebih buruk dari yang diharapkan.

Apakah kita bangga dengan semua kenyataan itu? Puaskah kita dengan apa yang telah dicapai oleh negeri ini? Sudahkah kita memberikan setetes keringat kita untuk negara ini? Seperti apakah wujud Nasionalisme kita? Dengan menjelek-jelekan negara lain yang menghina kita.

Seharusnya kita malu pada Malaysia. Mereka dulu belajar dari kita. Mereka menuntut ilmu di negeri kita. Orang-orang pintar di negara mereka dulu pernah mengeyam pendidikan di Bumi Indonesia. Dulu mereka murid kita. Tapi apa sekarang? Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia. Seolah-olah kita tak pernah bergerak maju. Monoton dan tidak ingin berubah. Wajar saja kalau mereka mengatai kita mental budak. Jangan marah! Karena sikap kita yang menunjukkan demikian.

Bukannya meningkatkan taraf pendidikan bangsa, jumlah utang luar negeri yang kita tambahi. Bukannya menambah dana militer, malah dikorupsi anggota dewan. Cuma hutang dan Korupsi kita yang menjadi prestasi utama saat ini. Dan kita bangga akan hal itu. Jangan palingkan muka dari borok sendiri!

Apakah saat ini kita punya alasan untuk menyerang balik ke mereka? Yang berusaha menginjak-injak kita? Apakah kita mampu? Jangan hanya bersembunyi dibelakang layar monitor dan mengacau di situs Malaysia. Buktikan bahwa kalian mampu lebih dari itu!

Berhenti jadi penonton! Berhenti meneriakkan hal tak berguna! Memulailah dengan ikut memilih pemimpin yang terbaik bagi Indonesia.

One thought on “Nasionalisme Dan Alasan Untuk Menyerang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s