Ponari Lagi… Ponari Lagi…


ponari-sweat-penyimpanan Barusan aja masuk ke situs langganan gue, Kompas.com, baca buah headline yang bikin gue geleng-geleng kepala. Lagi-lagi Ponari.

Kali ini dia beserta keluarga, mengajukan permohonan permohonan kepada Kapolres Jombang AKBP Tomsi Thohir untuk membuka lagi praktek Ponari yang sebelum ini ditutup karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Menurut pihak Ponari, banyak warga masyarakat yang mangharapkan agar Ponari buka praktek lagi.

Jadi nggak lucu lagi nih kalau menurut gue. Niatan keluarga Ponari untuk membuka praktek si dukun cilik itu pastinya didasari alasan ekonomis. Mereka mengharapkan mendapat keuntungan besar seperti sebelumnya ketika Ponari masih membuka praktik kedukunannya.

Berikut ini cupilkan surat Ponari yang berkop surat Achmad Rifai & Associates (pengacara Ponari),

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya
Nama: Ponari
Umur: 9 tahun
Tempat/Tanggal Lahir: Jombang 6 Juli 2000
Alamat: Desa Kedungsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

Dengan ini menyatakan bahwa saya sangat berkeinginan besar untuk mengobati siapapun juga yang berikhtiar dalam mencari kesembuhan dari penyakitnya, dan semoga Allah, Tuhan yang Maha Kuasa dan menyembuhkannya. Demikian surat ini saya buat dengan sebenarnya. Terima Kasih.

Great, apa ada anak kecil yang mampu nulis sebagus itu?

Hal ini nggak bisa dibenarkan. Ponari masih anak dibawah umur. Permasalahannya bukan cuma pada usia Ponari yang masih belia, namun pekerjaan sebagai Dukun Cilik pencelup batu bertuah itu memaksa Ponari untuk tidak bersekolah. Dalam hal ini orang tua Ponari, atau pihak manapun yang mempekerjakan Ponari telah melanggar Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999. Dimana dalam undang-undang tersebut, anak dibawah umur boleh dipekerjakan namun tanpa mengganggu kegiatan bersekolah mereka.

Jika Muspida Jombang yang sebelumnya dengan tegas menghentikan praktek Ponari, namun kemudian setelah menerima permohonan ini membukanya kembali, menunjukkan betapa Pemerintah tak mampu mengimplementasikan peraturan yang mereka buat sendiri. Semoga hal ini tidak terjadi.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s