KOMPAS.COM Yang Tidak Objektif


kompas Beberapa jam yang lalu gue baca sebuah artikel di Kompas.com, tertarik dengan pembahasan di artikel itu, gue memutuskan untuk memberikan komentar. Kurang lebih komentarnya seperti ini:

“Lah, bukannya parlemen dari dulu cuma jadi pasar tempat berdagang ya? Yang mau masuk musti beli lapak seharga per meter persegi kursi parlemennya. Di dalam pasar ya musti jualan supaya balik modal dan dapat untung. Manusiawi sih teorinya. Sayang, yang diperdagangkan itu negara dan penduduknya. So, mau ada join corporation atau single fighter, toh sama-sama pedagang. Jadi mereka musti berdagang. Masalahnya, yang diperdagangkan itu negara dan penduduknya.”

Beberapa menit kemudian, gue buka lagi artikel itu karena ingin baca komentar dari pembaca-pembaca setia Kompas.com lainnya. Kaget gue tiba-tiba baca komentar gue yang hilang dikalimat terakhirnya. Kalimat “Masalahnya, yang diperdagangkan itu negara dan penduduknya.” itu menghilang dengan ajaib.

Beberapa saat gue talaah, tulisan kormplit gue nggak mengandung unsur-unsur yang dilarang untuk diterbitkan di Kompas.com. Bahkan gue sering kali menemukan komentar yang bernada mencela bahkan hampir sarkastik. Di bagian bawah halaman tiap artikel tertulis aturan pencantuman komentar yang berbunyi: “Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.”

Yang gue bicarakan disini adalah fakta yang berhubungan dan terkait jelas dengan keseluruhan isi komentar gue. Menurut gue pribadi, bagian akhir dari komentar gue adalah full stop yang sangat penting yang fungsinya memberi penekanan pada kalimat-kalimat sebelumnya. Seharusnya Kompas.com bisa lebih objektif dalam menilai isi dalam sebuah komentar. Jujur aja, gue kecewa dengan Kompas.com. Karena selama ini Kompas.com jadi salah satu nara sumber berita gue. I hope they will be better next time.

4 thoughts on “KOMPAS.COM Yang Tidak Objektif

  1. hm,,, payah juga yah! padahal khan dah dibilang tanggung jawab pengirim. kalo pun ga ditampilin, ya ga ditampilin semua, jgn dipotong2!

  2. cheng po says:

    thats right my frente… masak tiap aku beri komentar tidak pernah dimuat sama sekali. Padahal comment nya juga tidak mencemooh ataupun sara. Ehh malah yang lain kadang sangat miring di muat juga.Kompas musti lebih berbenah nih………

  3. Kadang komentar yang bernada cerdas justru dilarang tampil di Kompas.
    Benar sekali Bro Cheng Po, Kompas.com musti banyak berbenah… Banyak sekali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s