Raja Hutan VS Raja Dunia


Gue berusaha nggak merhatiin artikel-artikel yang terkait dengan Harimau di Kompas.com, tapi lama-lama gue melihat posisi harimau yang semain sulit ini menyenangkan untuk di-tag ditulis.

Beberapa kejadian yang cukup sering gue baca adalah mengenai Harimau Sumatra yang menyerang manusia yang memasuki hutan. Bukan satu dua kali, tapi beberapa kali hingga jatuh korban sebanyak 8 orang. Pertama membaca artikel itu, emosi dan ego gue sebagai seorang manusia yang, alhamdulillah, sempurna terusik. Kurang ajar banget itu Harimau ngabisin nyawa 8 orang ras gue. Tapi setelah menelusuri artikel-artikel lainnya gue sadar lagi, kalau harimau-harimau itu sama sekali nggak bersalah.

Logikanya adalah, Harimau=binatang. Walau gue sering banget nonton Harimau Shere Khan yang bisa bicara bareng sama Mowgli di Jungle Book, tapi gue tau itu cuma kartun belaka. Harimau, lebih tepatnya binatang nggak bisa ngomong! Fuuh, gue musti ngurangin nonton film-film kartun nih. Well, balik lagi ke topik. Binatang pada dasarnya berprilaku mengikuti insting belaka. Mereka nggak bisa berfikir layaknya manusia.

Alasan mengapa mereka menyerang manusia sangat simple, Hutan rumah mereka mulai rusak. Siapa yang merusak hutan mereka? Siapa lagi kalau bukan kita manusia. Kerusakan hutan Sumatera yang konon sudah mencapai 500,000 hektar tiap tahunnya mengakibatkan binatang-binatang liar kehilangan habitatnya.

800px-Tiger_-_melbourne_zoo Logikanya begini, kita yang manusia aja kalau lingkungan tempat tinggalnya diusik, semacam akan digusur, pasti ngamuk. Kenapa binatang nggak bersikap hal yang sama. Mereka butuh tempat tinggal dan tempat bernaung. Kalau binatang macam gajah dan harimau ngamuk keluar hutan dan ngancurin ladang warga, gue pikir itu semua wajar. Dengan rusaknya hutan, bukan hanya harimau yang terganggu, tapi hewan-hewan lain yang jadi panganan si Raja Hutan itu. Karena rumah dan jatah makanan yang berkurang, secara naluriah mereka berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru yang sempit dan makanan manusia baru.

Kita nggak mungkin ngebiarin Harimau Sumatra ini punah begitu aja karena ulah manusia yang dengan egoisnya merusak habitat mereka. Apa kita mau Harimau Sumatera bernasib sama seperti Harimau Jawa dan Harimau Bali? Karena keegoisan kita manusia sehingga jenis mereka punah. Ini bukan masalah apakah anak cucu kita nantinya bisa melihat mereka secara langsung atau nggak, tapi ini nunjukkin betapa manusia itu ingin jadi Raja Dunia. Jadi satu-satunya mahluk berakal yang berdiri diatas permukaan tanah dan melakukan apapun yang mereka mau.

Tapi jadi Raja harus bijaksana, nggak akan menghukum kaum yang nggak bersalah dan berdosa. Manusia harus lebih banyak belajar untuk jadi Raja Dunia… Save Sumatran Tiger!

5 thoughts on “Raja Hutan VS Raja Dunia

  1. Masih ada?
    Kalau yang gue cari dari kebanyakan tulisan sih Harimau Jawa udah punah.
    Tapi menurut artikel yang gue baca disini, ada tanda-tanda kalau Harimau Jawa itu masih ada… Semoga aja masih ada…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s