Ponari Dan Eksploitasi Anak


Barusan aja, Boss Billy nge-Plurk dan bilang kalau acara Idola Cilik di RCTI adalah suatu bentuk eksploitasi anak kecil. Dan gue sangat setuju dengan hal itu. Bagaimanapun juga, membiarkan anak kecil melewati batas kepantasannya adalah sebuah eksploitasi.

Nggak berapa lama kemudian, gue buka Kompas.com, dan nemuin sebuah headline tentang, lagi dan lagi, Ponari si bocah ajaib. Kali ini bukan tentang tingkah unik para calon pasiennya. Namun tentang seorang tetangga Ponari bernama Dawuk yang diduga berusaha mengeksploitasi kemampuan Ponari.

Awalnya, orang tua Ponari, kesulitan untuk menampung “tamu-tamu” yang berdatangan dari penjuru daerah yang ingin berobat ke anak mereka. Untuk itu, mereka menitipkan Ponari kerumah seorang tetangga mereka yang memiliki rumah yang lebih besar.

Namun sepertinya, si tetangga ini memanfaatkan kemampuan menyembuhkan Ponari. Dengan menggunakan kemampuan Ponari yang mampu menyembuhkan penyakit orang-orang, Dawuk mematok harga Rp. 200,000 untuk sekali pengobatan. Benar-benar tak tau diuntung! Ketika orang tua Ponari mau mengambil Ponari, mereka malah dianiaya. Dasar bejat !!

Coba kita hitung pendapatan harian dari Dawuk. Andaikan dalam sehari Ponari buka praktek dari jam 5 pagi (dikabarkan seperti itu) sampai jam 5 sore (11 jam), dan setiap jam mampu melayani 5 orang pasien, maka perhitungannya menjadi:

11 x 5 x Rp. 200,000 = Rp. 11,000,000 / hari

Berarti dalam seminggu dia meraup keuntungan hampir 80 juta.

Yang nggak disadari sama pemerintah, hal yang kaya gini itu udah eksploitasi kelas berat. Sama  aja kaya nyuruh Ponari jadi pengamen dijalan. Seharusnya praktek Ponari bener-bener di stop dan para “tamu-tamu” itu diminta untuk kembali ke kampung mereka masing-masing.

Kasus Ponari ini menunjukkan ketidak mampuan pemerintah menyelesaikan permasalahan hak asasi manusia. Kasus besar seperti ini aja nggak mampu diselesain. Gimana dengan kasus-kasus yang pritilan? Degradesi moral koq dipertahankan.

 

From: Astronot Bumi
Via: Live Writer

2 thoughts on “Ponari Dan Eksploitasi Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s