Minggu, 8 Februari 2009


Hari ini adalah hari kedua yang paling menyebalkan dalam weekend minggu kemarin. Kenapa?
Karena ketika gue nyalain tank-top (baca:laptop), dan plugging in modem Indosat gue, yang terjadi adalah nggak ada 3G network ceverage di daerah rumah gue hari itu. Benar-benar kampung!
Nggak tau masalahnya ada dimana, tapi setau gue Depok udah ke coverage 3G semuanya. Bahkan jaringan Edge yang paling minimum aja gue nggak bisa temuin. Satu-satunya yang membantu gue adalah jaringan GPRS standar dan Speedy di komputer kakak gue. Kalau nggak ada itu semua, mungkin gue nggak bisa on line sama sekali.

Ditambah cuaca yang nggak menentu. Hujan besar bisa turun dalam sekejap, dan nggak perlu menunggu 5 menit, hujan akan reda dengan begitu cepatnya. Dan seperti siklus, sepanjang hari hujan aneh ini selalu terjadi. Menyebalkan karena membuat gue bingung, keluar rumah, atau nggak. Kondisi cuaca menyabalkan seperti itu sama sekali nggak bersahabat buat kesehatan.

Jam 9 tadi gue memutuskan untuk berangkat ke Bekasi, ketimbang besok pagi kejebak hujan besar seperti minggu kemarin. Sedari jam 8, gue udah nyiapin segala keperluan. Bodypack pinjeman sepupu gue, Jakaet Yamaha kesayangan, segala perlengkapan tank-top, nggak lupa ngecek kondisi si Merah, roket kesayangan gue.

Jam 9 lebih 10 menit, gue meluncur di jalanan Depok menuju Bekasi. Meluncur sebentar, akhirnya gue merambah jalanan Ibu kota yang masih padat.
Jalanan menuju Pasar Minggu bagaikan sabuk Asteroid yang penuh sesak.
Jam tangan gue menunjukkan waktu pukul 9.15, dan minggu malam itu, jalanan menuju Pasar Minggu masih dipenuhi oleh banyak kendaraan. Nggak terlalu kaget, sih.

Hanya perlu 45 menit untuk gue sampai di Bekasi. Jalana Kalimalang setiap malam memang selalu bersahabat. Cukup tumpahkan Pertamax banyak-banyak di tungku pembakaran, Bekasi pun akan mudah untuk diterjang.

5 menit gue sampai di kos-kosan, hujan turun. Sangat bersyukur untuk hal itu, mengingat gue nggak punya Jas Hujan sama sekali selama setahun ini.
Selalu bertahan dengan pohon, halte dan warung pinggir jalan ketika hujan.

Penerbangan dari Depok ke Bekasi memang selalu melelahkan.
Tapi tak ada yang lebih menyenangkan dari berpetualang di Jalanan Ibukota dimalam hari.

I love to “flying” with my “Rocket”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s