Panggil Aku Monyet
Waktu Tuhan Berikan Sebutir nyawa di rahim ibuku,
dan membiarkanku menopang sendiri tubuhku di dunia,
Ibuku juga bapakku panggil Aku manusia.
Tapi tidak olehmu,
Kau panggil Aku Monyet,
Bukan karena benci atau rasa memusuhi
Tapi memang begitu
Aku pasti akan menoleh saat kau panggil Aku monyet
Bukan karena Aku jelek atau mukaku mirip monyet
Jika temanu panggil Aku monyet,
Pasti Aku akan marah, tapi lain terhadapmu
Kau bukan Ibuku, Bapakku, atau Tuhanku
Tapi kau panggil aku monyet
Lalu jika Ibu – Bapakku saja panggil Aku manusia,
Lalu siapa kamu, beraninya
Panggil Aku Monyet…
~Suatu siang, Kelas 2 SMA, di bawah atap yang teduh~



Trackbacks / Pingbacks