The “Wave” We’ve Been Waiting For

[SPOILER ALERT]

This blog post contains spoiler from the 5th Supernova series, Gelombang. Read at your own risk!

Beruntung adalah kata yang tepat untung menggambarkan perasaan saya ketika mendapati paket yang berisikan buku seri ke-lima dari novel legendaris karya Dewi Lestari, Supernova: Gelombang. Berkat aksi cepat tangap Istri saya dengan ikut dalam program pre-order (makasih sayang… xoxo), kami berkesempatan menjadi bagian dari 2014 orang yang mendapat satu copy buku Gelombang dengan tanda tangan sang penulis.

Supernova Gelombang. Buku ke 1478 / 2014

Continue reading

Jadi ceritanya ada negara yang temenan sama negara adidaya, yang punya teknologi untuk nyari minyak dan hasil bumi lain yang belum tereksplorasi, tapi gk bisa nemuin terowongan buatan pasukan yang katanya teroris, tanpa membunuh dan melukai anak kecil yang main di taman bermain, sekolah dan di rumah mereka sendiri.

View on Path

Kontrakan

I: “Gue dulu tinggal di rumah ini sejak jaman kakeknya kakek gue.”
P: “Owh, kalau gue di rumah ini baru dari jaman nya bokap gue. Terus kenapa?”
I: “Boleh ngga gue ngontrak satu kamar di rumah ini? Gue habis digusur dari kampung sebelah. Kamar nya ada banyak kan seinget gue.”
P: “Boleh kok.”

A few years later…

I: “Keluar lu dari rumah gue!!!”
P: “Lah, ini kan rumah gue?! Sekarang aja keluarga gue cima tinggal di satu kamar. Kamar yang lain udah lu tempatin bareng keluarga lu yang lain.”
I: “Eh, bacot lu! Ngelawan aja. Orang kecamatan sama kelurahan udah ngakuin kalau ini rumah leluhur gue. Mereka dulu tinggal disini, dan gue mau seluruh keturunan keluarga gue, tinggal disini.”
P: “Lah, tapi kan lu udah keluar dari rumah ini, dan jadi punya…”
I: “Lu kalau ngga mau keluar, gue gedik nih!”

Hingga kini, P masih tinggal di rumah itu untuk menuntu haknya. Beberapa anggota keluarganya yang lain memilih menumpang di rumah tetangga atau menyewa rumah di dekat rumah yang dulunya pernah mereka tempati.

View on Path